Image and video hosting by TinyPic
gravatar

Kita Belajar Cinta Dari Apapun

Kita belajar apa itu cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam
gendongan, sedangkan kedua belah tangannya sibuk menisik selimut keluarga.
Dalam dadanya tiada sesuatu apa selain ketulusan memberi atas nama cinta.
Kita belajar apa itu cinta dari seorang ayah yang membawa pulang sejumput
padi dan setuang air setelah seharian berterik-terik di ladang. Dalam
dadanya tiada sesuatu apa selain kegembiraan memberi atas nama cinta. Karena
cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata
penuh dayu, bahkan cinta bukan hanya cinta yang kita rasakan saat jatuh
cinta. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari
cahya matari. Dari sepasang merpati. Dari sorot mata anak-anak yang menanti
pemberian. Dari sujud dan tengadah doa. Dari apa pun!

Dari seluruh kelahiran, yang kita sambut dengan cinta, hingga kematian yang
kita larung dalam cinta, kita hanya belajar satu hal: cinta. Dan kehadiran
kita dalam hidup ini pun tiada maksud lain selain mewujudkan cinta. Karena
itu, tiada yang pantas kita lakukan selain atas nama cinta kita yang
teragung.


Seperti apakah cinta? Cinta mempunyai tangan untuk menolong orang lain.
Cinta mempunyai kaki untuk mendorong yang miskin dan membutuhkan. Cinta
mempunyai mata untuk melihat penderitaan dan keinginan. Cinta mempunyai
telinga untuk mendengar rintihan dan kesengsaraan. Seperti itulah cinta.
(Santo Agustinus)

Cinta tidak ada kaitannya dengan yang ingin anda dapatkan, tetapi
berhubungan dengan yang ingin anda berikan -  apa pun itu. Yang akan anda
terima sebagai balasan bermacam-macam. Tetapi itu sama sekali tidak
berhubungan dengan yang anda berikan. Anda memberi karena cinta dan tidak
bisa tidak memberi. Apabila anda sangat beruntung, mungkin anda balik
dicintai. Itu indah sekali, tetapi tidak harus selalu demikian. (Katherine
Hepburn)



                          Cinta

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung
jawab,
Mereka yang hanya ingin bermain dengannya, menyebutnya
sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah
impian,
Mereka yang mencintainya, menyebutnya takdir.

Allah mengetahui yang terbaik, akan memberi ujian
untuk menguji kita
Kadang Cinta melukai hati, supaya hikmahnya bisa
tertanam dalam

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan
dibaliknya
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita
tetap harus percaya bahwa Ia mengambil sesuatu, Ia
telah memberi yang lebih baik

Mengapa menuggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita
tidah ingin tergesa-gesa
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak
ingin sembrono
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang
kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri
kita dalam proses pencarian itu

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan dahulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencitai dahulu.

Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita
inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada
Tetap lebih baik, menunggu orang yang kita cintai,
ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat,
karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan
misterius

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu
semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam waktu sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu
yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia

Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal
-iman,keberanian dan pengharapan

Penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat
seorangpun bayangkan
Pada akhirnya, Allah dalam segala hikmat-Nya, meminta
kita menunggu karena alasan yang penting

source : anonim


Artikel Terkait:

Entri Populer

Blog Saya